Syekh Maher Al-Hani Ad-Dimasqy Kunjungi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago


5/5 – (2 votes)

Syekh Maher dari Suriah Kunjungi Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago: Kuliah Umum yang Membakar Semangat Santri Belajar Bahasa Arab

Rabu, 7 Februari 2024 | Kuliah Umum Syekh Maher | menjadi hari yang tak biasa bagi para santri di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Aura antusiasme dan semangat belajar terpancar di wajah-wajah muda mereka. Hari itu, Primago kedatangan tamu istimewa langsung dari negeri Syam: Syekh Maher Al-Hani Ad-Damasqy dari Suriah.

Kunjungan ini bukan kunjungan biasa. Syekh Maher hadir langsung untuk memberikan kuliah umum kepada para santri. Tema yang beliau angkat sangat menyentuh dan mendalam: “Pentingnya Belajar Bahasa Arab dan Ijazah Hadist Arbain Imam Nawawi.”


Bahasa Arab: Bahasa Islam, Bahasa Peradaban

Dengan pembawaan yang teduh tapi kuat, Syekh Maher menyampaikan urgensi belajar bahasa Arab bagi para penuntut ilmu. “Bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi,” ujar beliau, “tapi ia adalah bagian dari agama kita.”

Mengutip pendapat Ibnu Katsir dan pernyataan tegas dari Umar bin Khattab RA, beliau berkata:

تعلَّموا العربيةَ؛ فَإنَّها مِنْ دِينِكُم
“Pelajarilah bahasa Arab, karena ia bagian dari agamamu.”

Bagi Syekh Maher, bahasa Arab adalah pintu untuk memahami Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam kuliahnya, ia menyampaikan sabda Rasulullah:

كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ:تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku.”

Jika dua perkara ini menjadi pedoman hidup seorang Muslim, maka menguasai bahasa Arab adalah kunci utama untuk memahami keduanya secara mendalam.


Bahasa Arab Membentuk Akhlak dan Membangun Peradaban

Tak hanya urusan ibadah, Syekh Maher menekankan bahwa bahasa Arab juga berperan dalam pembinaan akhlak. Logika berpikir dalam bahasa Arab membentuk ketajaman analisis, kefasihan bicara, serta keluwesan dalam memahami konteks sosial.

“Bahasa Arab itu membentuk pola pikir Islami. Bahasa ini bukan sekadar alat, tapi ia membangun struktur pemahaman dan nilai.”

Menurut beliau, jika umat Islam ingin kembali berjaya dan berperan dalam peradaban dunia, maka kebangkitan itu harus dimulai dari bahasa. “Bahasa Arab adalah jembatan kita menuju ilmu-ilmu agama dan juga ilmu peradaban.”


Santri Primago: Beruntung dan Termotivasi

Momen kuliah umum ini disambut sangat antusias oleh para santri. Ruang aula utama penuh dengan santri yang duduk rapi, menyimak setiap kalimat dari Syekh Maher. Banyak yang mencatat, ada pula yang langsung bertanya begitu sesi tanya-jawab dibuka.

Menurut beberapa santri, ini adalah pengalaman luar biasa.

“Kami biasanya belajar bahasa Arab dari buku. Tapi kali ini langsung dari ahlinya, dari seorang Syekh asli Suriah. Kami termotivasi banget!” ujar Rafli, salah satu santri kelas XI.


Ijazah Hadist Arbain Imam Nawawi: Warisan Ilmu yang Tak Ternilai

Di akhir sesi kuliah, Syekh Maher juga memberikan ijazah sanad Hadist Arbain Imam Nawawi. Ini adalah bentuk pengakuan keilmuan yang istimewa. Dengan sanad yang bersambung kepada Imam Nawawi, para santri diberikan kehormatan menyambung rantai keilmuan yang mulia.

“Ini bukan hanya selembar ijazah,” kata Syekh Maher. “Ini adalah amanah. Menyampaikan ilmu ini dengan penuh tanggung jawab.”


Pimpinan Pesantren Angkat Bicara: Bahasa Arab adalah Identitas Santri

Dr. Awaluddin Faj, M.Pd, pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar event seremonial.

“Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Di pondok pesantren, bahasa ini sudah menjadi identitas. Maka, santri belum dikatakan santri sejati jika belum bisa memahami, atau setidaknya mengenal dasar-dasar bahasa Arab,” ujar lulusan Gontor ini.

Beliau menambahkan bahwa dengan menghadirkan Syekh Maher, para santri bisa merasakan atmosfer keilmuan internasional, dan itu menjadi motivasi luar biasa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab.

“Ini bagian dari misi leadership: membangun karakter santri dengan ilmu dan pengalaman global.”


TELAH DIBUKA! : PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU PESANTREN LEADERSHIP PRIMAGO

Mengapa Bahasa Arab Penting di Pesantren Leadership?

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago bukan hanya mendidik santri untuk menguasai ilmu agama, tapi juga menyiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan. Maka, kemampuan bahasa Arab bukan sekadar pelajaran, tapi bagian dari skill leadership itu sendiri.

Bahasa Arab di Primago diajarkan dengan pendekatan komunikatif, tematik, dan praktis. Para santri dibiasakan untuk:

  • Menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari

  • Membaca dan memahami kitab klasik

  • Berpidato dan menulis dalam bahasa Arab

Dengan suasana yang mendukung dan guru-guru yang berpengalaman, santri Primago tidak hanya “mengerti” bahasa Arab, tapi menghidupkannya dalam keseharian.


Kesimpulan: Momentum yang Tak Terlupakan

Kehadiran Syekh Maher dari Suriah di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago bukan sekadar tamu kehormatan, tapi juga menjadi sumber inspirasi bagi ratusan santri yang ingin menjadi pemimpin masa depan yang cerdas dan religius.

Semangat belajar mereka membara. Bahasa Arab tak lagi jadi beban, tapi jadi cita-cita. Dengan bekal bahasa ini, mereka percaya diri untuk melangkah lebih jauh.

“Kalau kita ingin menjadi pemimpin yang memengaruhi dunia, kita harus memahami bahasa agama kita dulu,” ujar salah satu santri.

Dan benar, dari pesantren inilah, semoga lahir para pemimpin yang bukan hanya mahir bicara, tapi juga berilmu, beradab, dan berwawasan global.

BACA JUGA :

Kuliah Umum Syekh Maher