Dinas Pendidikan Kota Depok Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran bagi SPNF di PKBM Primago Indonesia
DEPOK, 26 Agustus 2026 – Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PKBM | Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan dan Optimalisasi Program Digitalisasi Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) SKB dan PKBM se-Kota Depok yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Aula Fananie, PKBM Primago Indonesia, Kota Depok. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh para pamong atau tutor dari berbagai satuan pendidikan nonformal di Kota Depok.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong satuan pendidikan nonformal agar semakin siap memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Bukan sekadar mengenalkan perangkat digital, kegiatan tersebut diarahkan pada pemanfaatan dan optimalisasi program digitalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan nonformal.

Dorong Transformasi Digital di Pendidikan Nonformal
Digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Perubahan cara belajar, berkembangnya teknologi informasi, serta kebutuhan peserta didik terhadap sumber belajar yang semakin beragam membuat pendidik perlu terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.
Dalam konteks pendidikan nonformal, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena SKB dan PKBM melayani masyarakat dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan dapat membantu tutor menciptakan proses pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan Bimtek di PKBM Primago Indonesia ini secara khusus mengangkat tema pemanfaatan dan optimalisasi Program Digitalisasi Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Nonformal (SKB dan PKBM). Hal tersebut sesuai dengan dasar pelaksanaan kegiatan yang tercantum dalam Surat Tugas Dinas Pendidikan Kota Depok Nomor 800.1.11.1/5674/Pauddikmas/2026. Surat tersebut merujuk pada surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Nomor 1168/B/D5/DM.00.02/2026 tanggal 9 Agustus 2026 mengenai Bimbingan Teknis Pemanfaatan dan Optimalisasi Program Digitalisasi Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Nonformal (SKB dan PKBM).
Dengan demikian, kegiatan ini tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari pelaksanaan program yang lebih luas untuk memperkuat pemanfaatan digital dalam pendidikan nonformal.
Dihadiri Tutor dari 27 Satuan Pendidikan Nonformal
Salah satu hal menarik dari pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PKBM ini adalah keterlibatan tutor dari berbagai PKBM dan SPNF SKB di wilayah Kota Depok.
Berdasarkan lampiran Surat Tugas Dinas Pendidikan Kota Depok, tercatat 27 pamong/tutor peserta kegiatan yang berasal dari 26 PKBM dan 1 SPNF SKB Kota Depok. Daftar tersebut menunjukkan keberagaman satuan pendidikan nonformal yang terlibat dalam kegiatan.
Para peserta berasal dari berbagai lembaga, di antaranya PKBM Amanah Kita, PKBM Riyadhul Jannah, PKBM Gemar Ilmu, PKBM Riyadhul Jannah Bojongsari, PKBM Ulumul Qur’an, PKBM RTQ Khairukum, PKBM Mentari Bangsa, PKBM Syabil, PKBM Ainurrahmah, PKBM Permata, PKBM Nur Iman, PKBM Plus Babussalam, PKBM Nurul Murdifin, PKBM HIAMA, PKBM Al-Hijaz, PKBM Mandiri Annuur, PKBM Primago Indonesia, SPNF SKB Kota Depok, PKBM Semesta Ilmu, PKBM Cahaya Utama, PKBM Matahari Bersinar, PKBM Spectrum Milenial, PKBM Bina Sukma, PKBM Faradina, PKBM Sahabat Quran, PKBM Raudhotul Jannah Mansuriyah, dan PKBM Khoiru Ummah.
Keterlibatan tutor dari berbagai lembaga tersebut memperlihatkan bahwa agenda digitalisasi pembelajaran menyentuh banyak satuan pendidikan nonformal di Kota Depok.

Dinas Pendidikan Kota Depok Menjadi Penggerak Program Kegiatan Bimtek
Kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PKBM ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok. Dalam lampiran surat tugas, terdapat tiga personel yang tercatat sebagai Panitia Pelaksana Dinas Pendidikan.
Mereka adalah Ibu Destiana Rachmawati, S.Psi., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dikmas sekaligus penanggung jawab; Bapak Abdul Manan, SE., selaku Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Masyarakat sekaligus ketua; serta Bapak Danu Santoso, S.Kom., selaku Penelaah Teknis Kebijakan dan anggota.
Keterlibatan unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan kelembagaan dari Dinas Pendidikan Kota Depok dalam pelaksanaan penguatan kapasitas satuan pendidikan nonformal, khususnya dalam bidang digitalisasi pembelajaran.
Selain panitia dari Dinas Pendidikan, kegiatan juga menghadirkan fasilitator daerah. Dua nama yang tercantum dalam dokumen adalah Bapak Gusrian Satria Perdana Putra, M.Pd. dari PKBM Mandiri Annuur sebagai fasilitator dan Bapak Rifqy Baihaqi, S.Kom., M.T.I. dari PKBM Plus Babussalam sebagai co-fasilitator.
Kehadiran fasilitator dari lingkungan satuan pendidikan nonformal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena mereka berada dekat dengan realitas dan kebutuhan pengelolaan pembelajaran di tingkat PKBM.
PKBM Primago Indonesia Menjadi Tuan Rumah
Pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PKBM kali ini memiliki arti tersendiri bagi PKBM Primago Indonesia karena dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan.
Berdasarkan Surat Tugas Dinas Pendidikan Kota Depok, kegiatan dilaksanakan di PKBM Primago Indonesia, Jalan Perum Palem Ganda Asri Blok A2 Nomor 1 RT 001/007, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB.
Dalam pelaksanaan di satuan pendidikan, PKBM Primago Indonesia juga melibatkan unsur internal sebagai panitia satuan pendidikan. Dokumen mencatat Bapak Ahmad Salim, S.H.I., Kepala PKBM Primago Indonesia, sebagai panitia satuan pendidikan pelaksanaan kegiatan, serta Ibu Alivia Maharani, SE., Bendahara PKBM Primago Indonesia.
Dengan ditunjuknya PKBM Primago Indonesia sebagai tempat pelaksanaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran PKBM sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nonformal di Kota Depok.
Bimtek Menjadi Ruang Penguatan Kompetensi Tutor
Dalam proses digitalisasi pembelajaran, keberadaan teknologi saja tidak cukup. Faktor yang tidak kalah penting adalah kemampuan pendidik dalam memanfaatkannya secara tepat.
Karena itu, Bimtek seperti ini memiliki posisi strategis untuk membantu para tutor memahami pemanfaatan teknologi pembelajaran sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Tutor tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat atau platform digital, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung proses pembelajaran.
Peserta yang hadir dari berbagai PKBM membawa latar belakang dan pengalaman yang beragam. Pertemuan dalam satu forum seperti ini membuka peluang terjadinya pertukaran pengalaman antarsatuan pendidikan nonformal.
Setiap PKBM tentu memiliki karakteristik peserta didik, sumber daya, serta tantangan yang berbeda. Dengan adanya forum bersama, pengalaman dari satu satuan pendidikan dapat menjadi wawasan bagi satuan pendidikan lainnya.

Dari Teknologi Menuju Pembelajaran yang Lebih Adaptif
Program digitalisasi pembelajaran pada akhirnya bukan semata-mata tentang penggunaan teknologi. Tujuan yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata terhadap proses pendidikan.
Pemanfaatan teknologi yang optimal dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses terhadap sumber belajar, mendukung kreativitas tutor, serta memberikan alternatif dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
Bagi pendidikan nonformal, pendekatan tersebut menjadi relevan karena PKBM dan SKB memiliki peran penting dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat melalui berbagai jalur dan program.
Dengan peningkatan kompetensi tutor, diharapkan pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada kegiatan Bimtek, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Menyatukan Langkah SPNF se-Kota Depok
Keikutsertaan 27 tutor dari berbagai satuan pendidikan nonformal menunjukkan adanya semangat untuk membangun pemahaman bersama mengenai digitalisasi pembelajaran.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok ini menjadi salah satu ruang untuk menyatukan langkah dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Peran Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara, fasilitator daerah sebagai pendamping, serta para tutor sebagai peserta menjadi bagian dari satu rangkaian yang saling melengkapi.
Dokumen resmi kegiatan juga memperlihatkan bahwa PKBM Primago Indonesia termasuk salah satu satuan pendidikan yang mengirimkan tutor untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tutor yang tercatat sebagai peserta dari PKBM Primago Indonesia adalah Bapak M. Farhan Hidayat, S.Pd.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa PKBM Primago Indonesia tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga berpartisipasi sebagai satuan pendidikan yang mengikuti agenda penguatan kapasitas dalam digitalisasi pembelajaran.
Baca Juga :
- Jasa Aqiqah Terbaik di Jabodetabek, AqiqahanDiPesantren.com
- PRIMAGEN, Tes Analisa Minat Bakat Potensi Anak Tanpa Ribet
- Elang Bintang Ramadhan, Alumni SDI PKBM Primago Raih Aktor Terbaik di Festival Film Santri Nasional 2025
Momentum Membangun Pendidikan Nonformal yang Melek Digital
Perkembangan teknologi akan terus berjalan. Karena itu, satuan pendidikan nonformal perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Bimbingan Teknis Pemanfaatan dan Optimalisasi Program Digitalisasi Pembelajaran pada SPNF SKB dan PKBM se-Kota Depok menjadi salah satu momentum penting untuk membangun kesiapan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 di PKBM Primago Indonesia ini mempertemukan unsur Dinas Pendidikan Kota Depok, fasilitator daerah, panitia satuan pendidikan, serta para tutor dari berbagai PKBM dan SPNF SKB.
Lebih dari sekadar agenda pelatihan, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari proses membangun budaya pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ketika kompetensi tutor meningkat dan teknologi dimanfaatkan secara tepat, peluang menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan menarik bagi peserta didik juga semakin terbuka.
Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang menggunakannya. Para tutor memiliki peran penting untuk memastikan teknologi benar-benar hadir sebagai alat bantu pembelajaran yang memberikan manfaat bagi peserta didik.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Dinas Pendidikan Kota Depok bersama satuan pendidikan nonformal diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi berkembang menjadi bagian nyata dari praktik pendidikan nonformal di Kota Depok.


